Senin, 12 Oktober 2015

Ide fee-for-service yang bisa diterapkan pada pengguna PDA dan Smartphone


What is fee-for-service model?
Fee-for-service model adalah suatu model jasa yang digunakan oleh organisasi yang menyediakan layanan bagi costumer  untuk menghasilkan pendapatan melalui pengisian atau meminta biaya untuk layanan dan produk yang telah digunakan oleh costumer.

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan fee-for-service model untuk mobile phone. Dari pengertian secara general tentang fee-for-service model diatas, jika diterapkan ke mobile phone, maka perusahaan yang menyediakan layanan untuk mobile phone bisa mendapatkan keuntungan dari aplikasi atau content yang mereka jual kepada pelanggan dengan cara jika costumer melakukan download atau request pada layanan yang disediakan, maka mereka harus membayar untuk layanan tersebut, pembayaran pada umumunya dipotong dari pulsa yang dimiliki oleh costumer.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak sekali perusahaan yang menyediakan fee-for-service model bagi pengguna mobile phone atau smart phone. Contohnya, pada saati ini marak sekali iklan-iklan untuk content-content game yang bisa didapat seharga Rp. 1000,- dengan hanya “KETIK REG SPASI GAME” atau fasilitas chatting dengan “KETIK REG SPASI CHATTING”, bahkan untuk mengetahui zodiak, ada juga yang menggunakan fasilitas “KETIK REG SPASI ZODIAK” yang menyebabkan costumer yang menggunakan jasa tersebut, dikenakan biaya sesuai dengan tarif dari content yang digunakan. Perusahaan dari penyedia content tersebut biasanya akan terus melakukan pemotongan pulsa costumer sebagai biaya penggunaan content dalam jangka waktu tertentu terkecuali sampai pada saat costumer melakukan UNREG untuk layanan yang sedang mereka gunakan.

Sebuah ide untuk menerapkan sebuah fee-for-service model yang baru untuk smartphone atau PDA yang pastinya sangat menarik dan memiliki prospek yang bagus jika dapat diterapkan di Indonesia.

Pada saat ini kita pasti sudah tidak asing lagi dengan beberapa aplikasi berbasis geotagging seperti Google Maps ataupun Google Earth yang merupakan termasuk free service yang disediakan oleh sebuah perusahaan multinasional yang berasal dari Amerika yaitu Google.

Untuk pengguna Smartphone saat ini, banyak sekali dari mereka yang menggunakan aplikasi berbasis geotagging tersebut untuk membantu kelancaran aktifitas mereka sehari-hari. Kita pasti sering menggunakan aplikasi Google Maps jika sedang berpergian didalam kota Jakarta ataupun jika saya sedang berpergian keluar kota sebagai aplikasi yang dapat menunjukkan arah jalan terdekat untuk mencapai tujuan agar tidak tersesat. Aplikasi ini biasanya lebih dikenal dengan sebutan Global Positioning System (GPS)


Melihat fungsi aplikasi tersebut yang tentunya sangat bermanfaat, bagaimana jika GPS model tersebut dimanfaatkan oleh sebuah perusahaan yang bersedia untuk melakukan resarch & development untuk membuat sebuah aplikasi baru dengan penambahan dan pengubahan fitur untuk memiliki fungsi yang berbeda dari fungsi sebelumnya yaitu sebagai panduan penunjuk jalan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar