What is fee-for-service model?
Fee-for-service
model adalah suatu model jasa yang digunakan oleh organisasi yang menyediakan
layanan bagi costumer untuk menghasilkan pendapatan melalui pengisian atau
meminta biaya untuk layanan dan produk yang telah digunakan oleh costumer.
Pada kesempatan ini saya akan
menjelaskan fee-for-service model untuk mobile phone. Dari pengertian secara
general tentang fee-for-service model diatas, jika diterapkan ke mobile phone,
maka perusahaan yang menyediakan layanan untuk mobile phone bisa mendapatkan
keuntungan dari aplikasi atau content yang mereka jual kepada pelanggan dengan
cara jika costumer melakukan download atau request pada layanan yang
disediakan, maka mereka harus membayar untuk layanan tersebut, pembayaran pada
umumunya dipotong dari pulsa yang dimiliki oleh costumer.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak
sekali perusahaan yang menyediakan fee-for-service model bagi pengguna mobile
phone atau smart phone. Contohnya, pada saati ini marak sekali iklan-iklan
untuk content-content game yang bisa didapat seharga Rp. 1000,- dengan hanya
“KETIK REG SPASI GAME” atau fasilitas chatting dengan “KETIK REG SPASI
CHATTING”, bahkan untuk mengetahui zodiak, ada juga yang menggunakan fasilitas
“KETIK REG SPASI ZODIAK” yang menyebabkan costumer yang menggunakan jasa
tersebut, dikenakan biaya sesuai dengan tarif dari content yang digunakan.
Perusahaan dari penyedia content tersebut biasanya akan terus melakukan
pemotongan pulsa costumer sebagai biaya penggunaan content dalam jangka waktu
tertentu terkecuali sampai pada saat costumer melakukan UNREG untuk layanan
yang sedang mereka gunakan.
Sebuah ide untuk menerapkan sebuah
fee-for-service model yang baru untuk smartphone atau PDA yang pastinya sangat
menarik dan memiliki prospek yang bagus jika dapat diterapkan di Indonesia.
Pada saat ini kita pasti sudah tidak
asing lagi dengan beberapa aplikasi berbasis geotagging seperti
Google Maps ataupun Google Earth yang merupakan termasuk free service yang
disediakan oleh sebuah perusahaan multinasional yang berasal dari Amerika yaitu
Google.
Untuk pengguna Smartphone saat ini,
banyak sekali dari mereka yang menggunakan aplikasi berbasis geotagging tersebut
untuk membantu kelancaran aktifitas mereka sehari-hari. Kita pasti sering
menggunakan aplikasi Google Maps jika sedang berpergian didalam kota Jakarta
ataupun jika saya sedang berpergian keluar kota sebagai aplikasi yang dapat
menunjukkan arah jalan terdekat untuk mencapai tujuan agar tidak tersesat.
Aplikasi ini biasanya lebih dikenal dengan sebutan Global
Positioning System (GPS)
Melihat fungsi aplikasi tersebut yang
tentunya sangat bermanfaat, bagaimana jika GPS model tersebut dimanfaatkan oleh
sebuah perusahaan yang bersedia untuk melakukan resarch
& development untuk membuat sebuah aplikasi baru dengan penambahan
dan pengubahan fitur untuk memiliki fungsi yang berbeda dari fungsi sebelumnya
yaitu sebagai panduan penunjuk jalan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar